Langsung ke isi

FAIDAH-FAIDAH DARI KISAH LUQMAN AL-HAKÎM[1] BAGIAN III

29 Desember 2012

Kisah Luqmaan Al-Hakim4Oleh: Prof. Dr. ‘Abdurrazzâq bin ‘Abdil-Muhsin Al-‘Abbâd

{ وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ }

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Kulah kembali kalian, maka Ku-beritakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan.” (QS Luqmân : 15)

Faidah Kedua Puluh Lima 

(Pada kisah Luqmân terdapat penjelasan tentang) cara bermuamalah dengan ayah dan ibu jika keduanya adalah orang musyrik atau fasiq. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah ta’âlâ:

Selengkapnya

FAIDAH-FAIDAH DARI KISAH LUQMAN AL-HAKIM[1] BAGIAN II

25 Desember 2012

Kisah Luqmaan Al-Hakim2Oleh: Prof. Dr. ‘Abdurrazzaaq bin ‘Abdil-Muhsin Al-‘Abbaad

{ وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ }

“Dan (Ingatlah) ketika Luqmaan berkata kepada anaknya, di waktu dia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku! Janganlah kamu mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS Luqmaan : 13)

Faidah Kesepuluh

(Pada ayat ini terdapat penjelasan tentang) pentingnya cara menyampaikan pelajaran (al-wa’dzh) dalam mendidik dan mengajar. Allah ta’aalaa berfirman:

{ وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ }

“Dan (Ingatlah) ketika Luqmaan berkata kepada anaknya, di waktu dia memberi pelajaran kepadanya.”

Selengkapnya

FAIDAH-FAIDAH DARI KISAH LUQMAAN AL-HAKIM[1] BAGIAN I

25 Desember 2012

Kisah Luqmaan Al-Hakim1Oleh: Prof. Dr. ‘Abdurrazzaaq bin ‘Abdil-Muhsin Al-‘Abbaad

بسم الله الرحمن الرحيم

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونتوب إليه, ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا, من يهده الله فلا مضلّ له, ومن يضلل فلا هادي له.  وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له,

وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه أجمعين وسلم تسليما كثيرا. أما بعد:

Sesungguhnya wasiat-wasiat yang terdapat di dalam kisah Luqmaan mengandung faidah-faidah yang sangat besar, mengandung pengarahan-pengarahan yang mulia, mengandung banyak keberkahan, dan mengandung manhaj (metode) yang benar untuk berdakwah menuju Allah (Ad-Da’wah Ilallaah), untuk mendidik anak-anak dan untuk menumbuhkembangkan generasi-generasi (kaum muslimin). Di dalam kisah tersebut terdapat penjelasan tentang sarana-sarana yang berhasil (digunakan) dan cara-cara yang bermanfaat untuk berdakwah menuju Allah tabaaraka wa ta’aalaa dan untuk mengajarkan kebaikan kepada manusia.

Selengkapnya

IBUKU TIDAK ADIL DALAM BERSIKAP KEPADAKU. APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN.?

17 Desember 2012

Soal:

Saya seorang anak perempuan yg sering dibeza-bezakan daripada adik lelaki saya. Malah sejak kecil jika ada kesalahan yg berlaku, walaupun bukan salah saya akan ibu saya menyalahkan saya. Apalagi jika salah saya, akan dibuatnya saya makin bersalah. Tidak ada yg saya buat dibanggakan oleh ibu saya. Tetapi adik lelaki saya selalu dipujinya, dilindungi dari marahnya & diberi muka.

Sekarang saya sudah dewasa & berumahtangga, saya makin lagi diasingkan. Kata ibu saya, saya sudah berkahwin & tidak memasukkan saya dlm hal ehwal keluarga. Saya rasa amat tersingkir kerana saya yg tua & sebelum berkahwin pun, saya yg coba menguruskan famili saya setelah bapa saya bercerai dgn ibu saya. Saya fikir sudah dewasa tidak mahu memikirkan atau mengambil hati tentang hal perbezaan layanan yg terjadi antara saya & adik lelaki saya, tetapi kadangkala percakapan & perbuatan ibu saya amat mengecilkan hati saya. Saya sanggup & sudah minta ampun segala dosa saya dgn ibu & malah sudah coba berbaik dgn adik lelaki saya, tetapi mereka tidak pernah mengaku & minta ampun dgn saya. Adik lelaki saya yg selalu dimenangkan, menjadi tiada hormat dgn saya, kakaknya yg tua darinya.

Baru-baru ini saya jadi agak bosan dgn perangai mereka yg melampaui batas, lalu saya marah dgn ibu saya. Saya rasa ini perasaan yg terpendam sekian lama ditindas bulat-bulat oleh mereka. Saya akui kedudukan saya sebagai anak & saya mungkin berdosa & salah menunjukkan perasaan marah dgn ibu saya.

Tetapi saya ingin tahu apakah seorang anak tiada hak untuk menyuarakan kebenaran atau perasaannya? Saya rasa amat tertekan & juga seperti timun dalam hal ini. Rasanya sebagai anak, apa saya persuarakan kepada ibu akan jadi dosa & bersalah. Jadi, dimanakah hak seorang anak terhadap orang tua? Dimanakah keadilan?

Saya rasa mahu pergi jauh kerana kehadiran saya seperti tidak diperlukan lagi & jika saya jijik bagi mereka, buat masa ini saya mahu menjauhkan diri.

Wajarkah perbuatan saya yg ingin mengelakkan pergaduhan, ketegangan & tekanan. Adakah saya berdosa & bersalah?

 

Dari Anak Malang

Read more…

CARA SELAMAT DARI FITNAH

29 November 2012

Oleh: Syaikh Prof. DR. Abdur-Razzâq bin Abdil-Muhsin Al-‘Abbâd

Diriwayatkan dari Al-Miqdâd bin Al-Aswad radhiallâhu ‘anhu, dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bahwasanya dia berkata:

( إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ.)

“Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah.”[1]

Banyak orang, di antara para aktivis Islam dan para penasihat yang mereka menginginkan kebaikan dan kebahagian untuk diri-diri mereka dan menginginkan ketinggian dan kemuliaan untuk umat Islam, mereka bertanya:

  1. “Dengan apa kita bisa memperoleh kebahagiaan?”
  2. “Bagaimana bisa memperoleh tujuan mulia ini?”
  3. “Bagaimana cara terlindung dari berbagai macam fitnah?”
  4. “Bagaimana seorang muslim bisa selamat dari kejelekan, bahaya dan keburukan fitnah?

Selengkapnya

CARA MENDAKWAHI ORANG KAFIR AGAR MAU MASUK ISLAM

21 November 2012

Oleh: Prof. Dr. ‘Abdurrazzâq bin ‘Abdil-Muhsin Al-‘Abbâd[1]

Metode yang paling jitu dan sempurna untuk mendakwahi orang-orang kafir agar mereka memeluk agama Islam adalah metode Al-Qur’ân Al-Karîm, karena hujjah-nya yang jelas, buktinya yang nyata, petunjuknya yang lurus, dan arahannya yang jelas dan gamblang.

Ketika kita memperhatikan dengan seksama metode-metode Al-Qur’ân untuk mendakwahi orang-orang kafir –dengan perbedaan agama dan madzhab yang ada pada diri mereka –, kita akan mendapatkan metode-metode tersebut terhimpun pada beberapa poin berikut[2]:

  1. Menjelaskan tentang kebaikan, kesempurnaan dan keindahan agama Islam dari segi akidah, ibadah dan muamalah. Syaikh ‘Abdul `Azîz bin Bâz rahimahullâh pernah mengatakan, “Kaum muslimin dan seluruh manusia di dunia pada saat ini sangat membutuhkan penjelasan tentang agama Islam dan penampakan keindahan-keindahan Islam serta dijelaskan hakikat Islam. Demi Allah! Seandainya orang-orang pada saat ini mengenal agama Islam dan seluruh alam pun mengenal hakikat Islam, niscaya mereka akan berbondong-bondong untuk masuk Islam.”[3]
  2. Menyebutkan bukti-bukti kebenaran ajaran Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam agar siapa saja yang menghendaki kebenaran dan jujur (terhadap kebenaran itu) akan mendapatkan petunjuk, dan agar dapat menegakkan hujjah atas para penentangnya.

Selengkapnya

YANG TERLUPAKAN DAN YANG MENJADI KEBIASAAN (Bagian II)

21 Juni 2012

Bagian II: Mengusap Khuff (Sepatu Yang Menutup Mata Kaki)

Sebagai Pengganti Mengusap Kaki Ketika Ber-wudhu

Oleh: Said Yai

Alhamdulillah. Wash-shalatu wassalam ‘ala Rasulillah.

A.   Hal-Hal dalam Yang Banyak Dilupakan

1. Mengusap Khuff (sepatu yang menutup mata kaki) disyariatkan di dalam Islam. Hal ini adalah ijma’ (kesepakatan kaum muslimin) dari kalangan Ahlussunnah dari zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak ada yang mengingkari hal ini kecuali aliran-aliran sesat.

Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: