Skip to content

YANG TERLUPAKAN DAN YANG MENJADI KEBIASAAN

17 Juni 2012

Oleh: Abu Ahmad Said Yai

 

Alhamdulillah. Wash-shalatu wassalam ‘ala Rasulillah.

Agama Islam adalah agama yang sempurna. Akan tetapi, yang sangat disayangkan, banyak orang Islam yang tidak memahami agamanya sendiri. Mereka disibukkan dengan dunia , sehingga mereka tidak mau mempelajarinya. Akhirnya, banyak sekali permasalahan-permasalahan agama yang mereka tidak ketahui. Padahal, permasalahan-permasalahan tersebut bukanlah suatu yang asing di buku-buku para ulama terdahulu dan bukanlah permasalahan-permasalahan yang sangat pelik sehingga orang-orang awam tidak mengetahuinya.

Agama Islam adalah agama Allah yang terjaga keasliannya sampai akhir zaman. Allah telah menurunkan Al-Qur’an dan mewahyukan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjelaskan Al-Qur’an dan Islam secara menyeluruh. Islam mengajarkan agar umatnya selalu menjaga diri dari segala kesesatan dan penyimpangan. Meskipun demikian, tetap saja ajaran-ajaran agama lain, kesesatan-kesesatan dan hal-hal baru yang dibuat-buat oleh orang Islam sendiri bisa mempengaruhi umatnya sehingga mereka mengikuti kesesatan dan penyimpangan tersebut. Akhirnya, kesesatan dan penyimpangan tersebut diwariskan turun-temurun sehingga menjadi suatu kebiasaan yang sangat susah dilepaskan dari masyarakat kita.

Dengan alasan-alasan ini, penulis ingin menjelaskan ajaran-ajaran Islam apa saja yang terlupakan oleh umatnya dan ajaran-ajaran apa saja yang sudah menjadi kebiasaan tetapi bukan termasuk ajaran Islam.

Pembahasan ini sangatlah panjang. Oleh karena itu, penulis insya Allah akan membaginya menjadi bagian-bagian yang sangat banyak dan mudah-mudahan penulis diberikan kekuatan oleh Allah untuk merampungkannya.

Untuk bagian-bagian pertama pada tulisan ini, penulis memfokuskan pada hal-hal yang berhubungan dengan ibadah sehari-hari, kemudian insya Allah penulis akan melanjutkan pada ibadah-ibadah yang kadang-kadang dikerjakan, adab-adab dan permasalahan-permasalahan aqidah.

 

Bismillah, dengan menyebut nama Allah penulis memulai dengan bagian I tentang Wudhu’.

 

Bagian I: Wudhu’

 

  1. A.   Hal-Hal dalam Ber-wudhu’ Yang Banyak Dilupakan
    1. Ber-istinsyaaq (Memasukkan air ke dalam hidung) dan ber-istintsaar (membuangnya)

Di antara sunnah wudhu’ yang dilupakan adalah memasukkan air ke dalam hidung. Air yang akan dimasukkan diambil dengan tangan kanan dan kemudian dihirup dalam-dalam sampai memasuki bagian atas rongga hidung. Kemudian air dibuang dengan tangan kiri.

Dalilnya adalah seperti yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Dan berlebih-lebihanlah dalam ber-istinsyaaq (memasukkan air ke hidung), kecuali jika kamu sedang berpuasa.” (HR Abu Dawud, An-Nasa-i, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah : Shahih)

  1. Berkumur-kumur dan ber-istinsyaaq secara bersamaan

Yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, berkumur-kumur dan ber-istinsyaaq dilakukan secara bersamaan. Seseorang mengambil air wudhu’ dengan tangan kanan, kemudian dengan air yang ada di tangannya dia masukkan ke dalam mulut. Setelah air masuk ke dalam mulut, dengan sisa air yang ada di tangannya dia masukkan ke dalam hidungnya. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali.

Dalilnya adalah seperti yang dilakukan oleh ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu ketika memperaktekkan wudhu’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabatnya. (HR Al-Bukhari dan Muslim : Shahih)

  1. Menyela-nyela jenggot

Orang yang memiliki jenggot yang tebal disunnahkan untuk menyela-nyela jenggotnya setelah membasuh muka. (HR Abu Dawud, Al-Baihaqi dll : Shahih)

Akan tetapi, yang sangat disayangkan, banyak kaum muslimin yang mencukur jenggot-jenggotnya. Padahal ini adalah ajaran yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

  1. Mengusap seluruh kepala/rambut kepala dan kedua telinga dengan dua tangan

Para ulama sepakat bahwa mengusap seluruh kepala/rambut kepala lebih utama/afdhal daripada hanya mengusap sebagian kepala. Para ulama berselisih pendapat, apakah sah mengusap kepala hanya tiga helai rambut atau seperempat kepala? Sebagian dari mereka mengatakan tidak sah, sebagian lagi mengatakan sah. Oleh karena itu, sebaiknya kita selalu mengusap seluruh kepala kita untuk menghindari perselisihan tersebut.

Cara mengusap seluruh kepala/rambut kepala adalah dengan cara mengusapnya dengan sisa air yang ada di kedua tangan setelah membasuh tangan, atau dengan memasukkan kedua tangan ke tempat air tanpa menampungnya di telapak tangan (cukup dibasahi saja) kemudian kedua tangan diusapkan dari bagian depan kepala (ujung dahi) sampai bagian belakang kepala (di atas leher), kemudian kedua tangan diusapkan lagi ke arah berlawanan dari bagian belakang kepala sampai bagian depan kepala.

Hal ini disunnahkan hanya sekali saja, bukan tiga kali. Meskipun jika dilakukan sebanyak dua atau tiga kali tidak mengapa.

Setelah mengusap kepala, kedua telinga diusap dengan sisa air yang ada di kedua tangan secara bersamaan. Jari telunjuk membersihan bagian depan telinga secara keseluruhan dan jari jempol membersihkan bagian belakang telinga. Ini juga cukup dilakukan sekali saja.

  1. Menyela-nyela jari ketika membasuh tangan dan kaki

Disunnahkan menyela-nyela jari ketika membasuh jari-jari tangan dan kaki. Ini dimaksudkan agar air benar-benar mengenai bagian-bagian tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kamu berwudhu’, maka sela-selalah jari-jari tangan dan kakimu.” (HR Ahmad, At-Tirmidzi dll : Shahih)

  1. Hemat dalam menggunakan air

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dulu berwudhu’ hanya dengan satu mud (setara dengan gabungan dua telapak tangan orang sedang yang digunakan untuk mengambil air). Subhanallah! Sangat sedikit bukan air yang dipergunakan? Dengan satu mud tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bisa menggunakannya untuk membasuh seluruh anggota wudhu’nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dulu mandi dengan menggunakan satu sha’ (setara dengan empat mud).

Meskipun air di sekitar kita berlimpah, kita tetap diperintahkan untuk hemat dalam menggunakannya.

  1. Shalat dua rakaat wudhu’ setelah ber-wudhu’

Setelah ber-wudhu’ disunnahkan untuk shalat dua rakaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Tidaklah ada seseorang yang ber-wudhu’, kemudian memperbagus wudhu’-nya, kemudian dia shalat dua rakaat dan benar-benar menghadapkan hati dan wajahnya pada kedua rakaat tersebut, kecuali dia akan mendapatkan surga.” (HR Muslim : Shahih)

  1. Diperbolehkan berbicara ketika ber-wudhu’ karena tidak ada dalil yang melarangnya. Akan tetapi, sebaiknya kita tetap memfokuskan diri untuk ber-wudhu’ dan tidak berbicara.

 

  1. B.    Kesalahan-kesalahan dalam Berwudhu’ Yang Banyak Dilakukan
    1. Memasukkan jari ke dalam hidung untuk membasahi rongga hidung

Banyak orang mengira memasukkan air ke hidung cukup dengan memasukkan jari ke dalam hidung. Hal ini tidak tepat, karena tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

  1. Membasuh tangan, telinga dan kaki tidak berurutan

Banyak orang yang membasuh kedua tangan, telinga dan kakinya sebanyak tiga kali dengan urutan: kanan-kiri, kanan-kiri dan kanan-kiri. Meskipun hal tersebut dibolehkan, tetapi hal tersebut tidak disunnahkan. Yang sesuai tuntunan, urutannya untuk tangan dan kaki adalah: kanan-kanan-kanan kemudian kiri-kiri-kiri. Adapun telinga diusap secara bersamaan sebanyak satu kali sebagaimana telah dijelaskan.

  1. Membuka aurat dan berlebih-lebihan dalam membasuh kaki hingga paha

Termasuk yang banyak dilalaikan oleh kaum muslimin adalah membuka auratnya di hadapan orang lain ketika ber-wudhu’. Hal ini terlarang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat lelaki yang lain. Dan seorang wanita tidak boleh melihat aurat wanita yang lain.” (HR Muslim : Shahih)

Kaum laki-laki sengaja membuka paha mereka karena ingin mendapatkan sunnah memperpanjang basuhan kakinya hingga paha, tetapi hal terebut tidak dibenarkan. Karena para ulama mengajarkan bahwa memperpanjang basuhan kaki hanyalah disunnahkan sampai betis dan bukan sampai paha.

Begitu juga para wanita, banyak yang membuka auratnya di hadapan para lelaki, padahal dia masih mampu untuk menutupnya atau mencari tempat yang tertutup untuk ber-wudhu’.

 

  1. Mengusap leher

Sebagian kaum muslimin mengusap lehernya ketika berwudhu. Hal ini tidak dibenarkan karena tidak ada hadits yang Shahih yang menjelaskan hal ini. Seluruh hadits yang menjelaskan tentang sunnahnya mengusap leher adalah dha’if/lemah dan maudhu’/palsu sebagaimana dinyatakan oleh Asy-Syaukani dalam Nailul-Authar.

Dan yang sungguh mengherankan, mengusap leher seperti ini disandarkan kepada madzhab Imam Syafi’i, padahal menurut madzhab beliau hal tersebut tidak dibenarkan. Oleh karena itu, banyak ulama-ulama Syafi’iyah mengingkari hal ini.

  1. Membasuh anggota-anggota wudhu’ lebih dari tiga kali

Membasuh anggota-anggota wudhu’ tidak diperkenankan lebih dari tiga kali.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ini adalah cara berwudhu’. Barang siapa yang menambah-nambah dari cara ini, maka dia telah berbuat jelek, mendapat dosa dan berlaku dzhalim.” (HR Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa-i dan Ibnu Majah : Shahih)

  1. Membaca tambahan doa “waj’alnii min ‘ibaadikash-shaalihiin.”

Doa yang disunnahkan setelah berwudhu’ adalah “Allaahummaj’alnii minattawwaabiina waj’alni minal-mutathahhiriin.” Adapun tambahan “Waj’alnii min ‘ibaadikash-shaalihiin”, maka tidak ada asalnya di buku-buku hadits terpercaya. Syaikh Al-Albani (Ulama hadits) mengomentari tambahan tersebut dengan mengatakan, “Laa ashla lahu/tidak ada asalnya.”  (Riyadhush-shaalihin Tahqiq Syaikh Al-Albani).

Oleh karena itu, tidak diperkenankan membaca tambahan doa tersebut setelah ber-wudhu’.

  1. Membaca doa-doa khusus setiap membasuh anggota-anggota wudhu’

Tidak ditemukan dalil khusus yang menyebutkan doa-doa ini. Oleh karena itu, doa-doa tersebut tidak boleh dibaca.

 

Demikian tulisan yang singkat ini. Mudahan bermanfaat. Amin.

 

About these ads
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: