Skip to content

HUKUM MENJUAL BARANG-BARANG UNTUK PERAYAAN HARI VALENTINE

1 Februari 2015

no valentinOleh: Said Yai Ardiansyah

Setiap tanggal 14 Februari, sebagian manusia di seluruh dunia memperingati hari Valentine. Mereka mengatakan bahwa hari tersebut adalah hari berkasih sayang dengan yang lain. Warna merah muda di jual di toko-toko sebagai lambang cinta dan kasih sayang.

Benda-benda khusus pun dijual yang begitu identik dengan perayaan ini, seperti: coklat, bunga, kartu, kado, perhiasan berwarna merah muda dll.

Omzet penjualan ‘helm karet’ pun semakin meningkat yang menunjukkan bahwa pada hari itu penggunaannya sangat banyak sekali di kalangan pemuda.

Oleh karena itu, merupakan sesuatu yang sangat mendesak untuk membahas permasalahan yang berhubungan dengan perayaan ini. Permasalahan tersebut penulis batasi dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Apa hukum merayakan hari valentine?
  2. Apa hukum membantu mempersiapkan acara tersebut?
  3. Apa hukum menjual barang-barang yang digunakan untuk perayaan hari valentine?
  4. Apa hukum menggunakan ‘helm karet’ di kalangan pemuda-pemudi?

Baca selengkapnya…

BAGAIMANA MENZAKATI HARTA PERUSAHAAN?

1 Oktober 2014

hartaOleh: Said Yai

Perusahaan jika dia adalah milik satu orang, maka dia langsung menzakatinya sesuai aturan yang telah disebutkan dalam zakat mal.
Tetapi jika perusahaannya adalah milik bersama maka dizakatkan sesuai porsi sahamnya.
Setelah diketahui porsi sahamnya, maka dilihat juga jenis usahanya.
Jika murni perdagangan barang saja, hanya jual beli saja, maka sahamnya wajib dizakatkan semua digabung dengan harta pribadinya.
Tetapi jika perusahaan bergerak dibidang lain, maka yang dihitung bukan seluruh sahamnya, karena sahamnya ada yang sudah menjadi barang, seperti gedung, mobil, dll yang tidak diperjualbelikan, yang seperti itu tidak wajib dizakatkan.
Sehingga yang dizakatkan adalah: modal, barang yang
diniatkan untuk dijual dan keuntungan yang didapatkan.
Jika diketahui jumlah tersebut di perusahaan dan pemilik saham masing2 mengetahui prosentase sahamnya. maka tinggal menghitungnya dan digabungkan dengan harta pribadinya.
Untuk piutang perusahaan para ulama berselisih pendapat dalam hal ini, meskipun yang lebih aman dia juga dimasukkan ke dalam perhitungan zakat.
Allahu a’lam bishshawab.

JIKA DOA KITA TIDAK DIKABULKAN

22 September 2014

doamustajabOleh: Said Yai Ardiansyah

Mungkin ada di antara kita yang telah banyak menengadahkan tangannya untuk berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh tetapi ternyata Allah subhanahu wa ta’ala tidak atau belum mengabulkan doanya. Padahal semua sebab-sebab dikabulkan doa telah dilakukannya, seperti:

  1. Ikhlas dan tidak berbuat syirik.
  2. Memulai dengan pujian dan salawat.
  3. Dengan sungguh-sungguh dan tidak lalai.
  4. Yakin akan dikabulkan oleh Allah.
  5. Memilih waktu dan tempat mustajab.
  6. Meninggalkan makanan, minuman dan pakaian haram.
  7. Meninggalkan maksiat dan bertaubat.
  8. Mengerjakan ketaatan dan bertawasul dengan nama-nama Allah, dan lain-lain.

Dia berkata, “Ada apa gerangan? Mengapa ini bisa terjadi? Bukankah Allah Maha Kuasa dan mengabulkan doa-doa hamba yang berdoa kepada-Nya? Apakah Allah tidak sayang kepadaku? Bukankah Allah mengatakan:

{ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ}

‘Berdoalah kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya untuk kalian.’ (QS Ghafir: 60).”

Baca selengkapnya…

ANAK YATIM YANG TERLANTAR

15 September 2014

sepasangOleh: Said Yai

Anak yatim, begitu mendengar kata ini, seharusnya terbayang dibenak kita ‘seandainya waktu kecil dulu saya adalah anak yang ditakdirkan menjadi anak yatim, bagaimana kehidupan yang saya jalani?’. Memiliki kedua orang tua yang mengasuh, mendidik dan menaungi adalah suatu kenikmatan yang sangat indah.

Perasaan seperti itu tidak dirasakan oleh anak yatim. Rata-rata mereka hidup sendiri, jauh dari asuhan dan didikan orang lain, apalagi perlindungan orang lain. Sungguh malang nasib anak yatim yang sekarang ini banyak ditelantarkan.

Akibatnya, mereka tidak dapat menjaga dan merawat diri mereka sendiri. Banyak anak yatim yang terkesan kumuh, kotor, dekil dan menjijikkan. Rata-rata pendidikan mereka terbelakang, bodoh dan terkesan nakal.

Belum lagi dengan usia mereka yang sangat dini mereka harus “membanting tulang” untuk menghidupi diri sendiri. Mereka banyak dihina, dilecehkan bahkan banyak yang menjadi korban pelecehan seksual.

Itulah mereka. Banyak di antara mereka yang putus asa atau tidak memiliki harapan. Seolah hidup ini adalah “neraka” untuk mereka yang mereka harus bertarung di dalamnya. Mereka sangat kesepian. Mereka selalu menangis di hati-hati kecil mereka.

Yang paling fatal dari itu semua, mereka tidak mengenal Islam dengan baik, apalagi beribadah. Mereka cenderung bersama teman-teman mereka yang lain yang berada di jalanan. Lebih parahnya lagi mereka terlibat dengan perbuatan keji, munkar dan dosa besar bahkan bisa sampai kepada perbuatan yang kufur. Na’udzu billahi min dzalika.

Baca selengkapnya…

SYAIKH BIN BAZ DAN SEPASANG SANDAL

15 September 2014

sandalOleh: Said Yai

Tiba-tiba teringat cerita salah satu teman yang mendengar langsung dari murid Syaikh Bin Baz, tentang sandal dan maksiat.
Ana search di internet, alhamdulillah ternyata ada. Begini ceritanya:
Syaikh Bin Baz ditanya tentang hadits “Janganlah seorang di antara kalian berjalan dengan satu sandal saja.”
Syaikh mengatakan, “Zahir dari larangan tersebut menunjukkan haram.”
Kemudian berkatalah orang yang bertanya, “Terkadang satu sandal di suatu tempat dan yang lain berdekatan dengannya?”
Syaikh berkata, “Jangan dia pakai kecuali dengan memakai keduanya.”
Penanya berkata, “Walaupun hanya satu langkah? ”
Kemudian Syaikh rahimahullah berkata, “Semangatlah untuk tidak berbuat maksiat kepada Allah walaupun hanya satu langkah.”
سئل الشيخ عبدالعزيز بن باز – رحمه الله – عن حديث (لا يمشي أحدكم في نعل واحدة…).

فقال رحمه الله: ظاهر النهي التحريم.

فقال السائل: قد تكون النعل في مكان والأخرى قريبة منها؟!

فقال رحمه الله: لا يلبسهما إلا جميعاً.

فقال السائل: ولو خطوة واحدة؟!

فقال رحمه الله: احرص على أن لا تعصي الله تعالى ولو بخطوة واحدة.

LAKSANA TETESAN AIR YANG TERGELINCIR DI ATAS BATU

8 September 2014

tetasan airOleh: Said Yai, Lc., M.A.

Malik bin Dinar rahimahullah pernah mengatakan:

إِنَّ الْعَالِمَ إِذَا لَمْ يَعْمَلْ بِعِلْمِهِ زَلَّتْ مَوْعِظَتُهُ عَنِ الْقُلُوبِ كَمَا يَزِلُّ الْقَطْرُ عَنِ الصَّفَا

“Sesungguhnya seorang alim jika dia tidak mengamalkan ilmunya maka nasihat-nasihatnya tidak akan merasuk ke dalam hati-hati, sebagaimana tetesan air tergelincir dari batu yang keras.”[1]

Atsar (perkataan salaf) di atas memberikan pelajaran penting kepada kita bahwasanya orang berilmu yang ingin menasihati atau memperbaiki orang lain, dia harus menasihati dan memperbaiki dirinya terlebih dahulu sebelum orang lain.

Jika tidak, maka nasihatnya tidak akan merasuk ke dalam hati-hati orang lain, dan mereka tidak akan bisa berubah. Oleh karena itu, mengamalkan ilmu sangatlah penting untuk keberhasilan dakwah seseorang, karena orang-orang yang didakwahi (mad’u) sangat membutuhkan teladan yang baik untuk dirinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan bagi para sahabat. Gerak-gerik beliau selalu diperhatikan oleh para sahabat. Mereka pun semangat untuk meniru apa yang dilakukan dan memakai apa yang dikenakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca selengkapnya…

UMAT BUTUH KETELADANAN DENGAN PERBUATAN

1 September 2014

kisah-teladanOleh: Said Yai Ardiansyah

Laksana buih di lautan. Umat kita sekarang ini mudah terombang-ambing ke sana ke mari.

Laksana burung yang bergerombolan, dia akan mengikuti pemimpinnya terbang ke sana ke mari. Umat kita saat ini mengikuti siapa yang menjadi idolanya.

Siapakah panutan saudara? Apakah seorang penyanyi? Apakah seorang artis? Ataukah seorang pemimpin? Ataukah orang-orang tua di sekitar saudara?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan bagi para sahabat. Gerak-gerik beliau selalu diperhatikan oleh para sahabat. Mereka pun semangat untuk meniru apa yang dilakukan dan memakai apa yang dikenakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baik teladan.

Baca selengkapnya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 46 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: