Skip to content

Ciri-ciri Fisik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam[1]

22 December 2010

Oleh : Ustadz Said Yai, Lc.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sang Teladan. Beliau memiliki keistimewaan dalam bentuk fisiknya. Berikut ini adalah beberapa riwayat tentang ciri fisik beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Ummu Ma’bad radhiallahu ‘anha pernah menyifati beliau shallallahu ‘alahi wa sallam, ciri-ciri fisik beliau shallallahu ‘alahi wa sallam adalab sebagai berikut:

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam tampak bercahaya, wajahnya bersinar, tubuhnya indah, tidak gemuk dan tidak pula kurus, kepalanya tegak, kedua matanya lebar, bulu matanya lentik, suaranya agak parau, lehernya panjang, matanya tajam dan berwarna hitam, kedua alisnya bak bulan sabit dan bersambung, rambutnya sangat hitam.

Apabila beliau diam, terpancar kewibawaannya. Apabila beliau berbicara, terlihat keakrabannya. Jika dilihat dari kejauhan, maka dia adalah orang yang paling tampan dan paling elok. Jika dilihat dari dekat maka dialah yang paling bagus dan paling manis.

Tutur katanya sangat halus,  tidak pendek dan tidak panjang. Perkataanya bagaikan mutiara yang tersusun rapi.

Tingginya sedang, sehingga orang tidak akan mencela karena posturnya yang kependekan atau ketinggian. Beliau paling tampak dan paling tinggi kedudukannya jika bertiga dengan orang lain.

Beliau memiliki teman-teman yang selalu mengelilinginya. Apabila beliau berbicara, maka mereka mendengarkannya dengan seksama. Apabila beliau memerintahkan sesuatu, maka mereka akan bergegas untuk melaksanakannya. Beliau adalah sosok yang ditaati dan disegani, tidak pernah bermuka masam dan tidak pernah mencela seseorang.

 

‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu menjelaskan tentang diri Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, sebagai berikut:

Perawakan beliau sedang, tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu pendek. Badannya lebar, rambutnya ikal, tidak keriting dan tidak lurus. Badannya tidak kurus dan tidak pula gemuk. Wajahnya bulat, kulitnya putih bersih. Kedua matanya lebar, tajam dan hitam. Bulu matanya lentik, tulang persendiannya besar, punggungnya kekar, bulu dadanya lembut dan halus, telapak tangan dan kakinya keras.

Apabila berjalan seakan-akan berjalan di jalan yang landai. Apabila menoleh seluruh badannya juga menoleh.

Di punggungnya ada tanda kenabian dan beliau adalah penutup para nabi.

Beliau adalah orang yang paling bagus telapak tangannya, paling kekar dadanya, paling jujur perkataannya, paling menepati janjinya, paling lembut jiwanya dan paling mulia pergaulannya.

Siapa saja yang secara tiba-tiba memandangnya akan merasa kagum dengannya, dan siapa saja yang benar-benar bergaul dengannya pasti akan mencintainya.

Kemudian Ali berkata, “Aku sama sekali belum pernah melihat ada orang seperti beliau, sebelum dan sesudahnya.”

Dalam sebuah riwayat darinya, “Pergelangan tangannya besar. Bulu dadanya panjang. Apabila berjalan maka bergoyang, seakan-akan turun dari tempat yang tinggi.”

 

Jabir bin Samurah radhiallahu ‘anhu berkata, “Mulut beliau lebar. Kelopak matanya panjang. Kedua tungkainya tidak banyak dagingnya.”

Abu Ath-Thufail radhiallahu ‘anhu berkata, “Kulitnya putih, mukanya manis dan perawakannya sedang.”

 

Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “Kedua telapak tangannya lapang. Kulit beliau putih kemerah-merahan, tidak terlalu putih seperti kapur dan tidak pula coklat. Uban pada rambut kepala dan jenggotnya kurang dari dua puluh helai saja. Cambangnya sedikit beruban.”

 

Abu Juhaifah radhiallahu ‘anhu berkata, “Saya melihat uban pada rambut di bawah bibirnya.”

 

‘Abdullah bin Busr radhiallahu ‘anhu berkata, “Di bawah bibirnya, ada beberapa helai rambut yang beruban.”

 

Al-Bara’ radhiallahu ‘anhu berkata, “Beliau berdada lebar. Rambutnya panjang hingga telinga. Saya pernah melihatnya memakai baju merah dan aku belum pernah melihat sesuatu pun yang lebih bagus darinya. Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam suka mengurai rambutnya, karena beliau tidak suka untuk mengikuti ahli kitab maka beliau pun membelah rambutnya.”

 

Al-Bara’ radhiallahu ‘anhu berkata, “Beliau adalah orang yang paling elok wajahnya dan paling indah fisiknya.”

Kemudian dia ditanya, “Apakah wajah Nabi seputih pedang?” Dia pun menjawab, “Tidak, melainkan wajahnya seperti bulan.”

 

Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz radhiallahu ‘anha berkata, “Jika saya melihatnya, seakan-akan saya melihat matahari yang sedang terbit.”

 

Jabir bin Samurah radhiallahu ‘anhu berkata, “Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam pada suatu malam yang cerah, Saya pun memandang beliau, kemudian memandang bulan, beliau memakai baju merah, ternyata beliau lebih indah daripada bulan.”

 

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, “Saya tidak pernah melihat sesuatu yang lebih indah daripada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, seakan matahari beredar di wajahnya. Saya tidak pernah melihat seorang pun yang jalannya lebih cepat daripada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam seakan-akan dunia ini dilipat untuknya. Kami telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengejarnya, tetapi dia tetap saja mendahului kami.”

 

Ka’ab bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “Apabila beliau gembira, wajahnya bercahaya, sehingga terlihat seperti potongan rembulan.”

 

Suatu saat Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam berkeringat di sisi ‘Aisyah radhiallahu ‘anha sehingga wajahnya mengkilap. ‘Aisyah pun bersyair dengan syairnya Abu Kabir Al-Hudzali:

Jika aku melihat keringat yang ada di wajahnya

Ia bersinar bagai kilat yang melintas

 

Apabila Abu Bakr radhiallahu ‘anhu melihatnya ia bersyair:

Lelaki jujur lagi pilihan mengajak kepada kebaikan

Bagaikan sinar bulan purnama yang dibuntuti kegelapan malam

 

‘Umar radhiallahu ‘anhu pernah melantunkan syair Zuhair bin Abi Salma tentang Haram bin Sinan:

Jikalau engkau bukan seorang manusia

Niscaya bersinar pada malam bulan purnama

Lalu ia pun berkata, “Seperti itulah Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam.”

Jabir bin Samurah radhiallahu ‘anhu berkata, “Kedua betisnya indah serasi. Beliau tidak pernah tertawa kecuali hanya tersenyum, …Matanya bercelak, padahal beliau tidak memakai celak.”

 

Ibnu ‘Abbas  radhiallahu ‘anhu berkata, “Gigi depannya jarang. Apabila berbicara, seakan-akan ada sinar yang terpancar dari sela-sela dirinya. Lehernya bagaikan leher boneka seputih perak. Bulu matanya lentik. Jenggotnya lebat. Dahinya lebar. Alisnya tipis dan bersambung. Hidungnya mancung. Pipinya halus. Dari bagian atas dada hingga pusarnya menjulur bulu halus seperti sebuah batang, tidak tumbuh pada perut dan dadanya selain bulu halus tersebut. Kedua lengan dan bahunya berbulu.Perut dan dadanya rata. Dadanya lebar dan indah. Lengannya panjang. Telapak tangannya lebar. Kedua betis dan lengannya lurus. Lekukan bagian tengah dari telapak kakinya sangat dalam, jari-jari kakinya panjang. Apabila berjalan melangkah dengan pasti, langkah kakinya panjang, dan melangkah dengan penuh rendah hati.”

 

Anas radhiallahu ‘anhu berkata, “Saya belum pernah menyentuh kain sutra sehalus telapak tangan Nabi, dan saya sama sekali belum pernah mencium aroma atau wewangian…seharum aroma atau wangi Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam.”

 

Abu Juhaifah radhiallahu ‘anhu berkata, “Aku pernah menggapai tangannya kemudian kuletakkan pada wajahku, ternyata tangannya lebih sejuk daripada embun dan aromanya lebih wangi daripada aroma misk.”

 

Jabir bin Samurah radhiallahu ‘anhu berkata –waktu itu dia masih kecil-, “Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam pernah mengusap wajahku, aku benar-benar merasakan tangan Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam sangat sejuk dan aromanya wangi seakan-akan beliau telah mengeluarkannya dari bejana minyak wangi.”

 

Anas radhiallahu ‘anhu berkata, “(Butiran-butiran) keringatnya merupakan minyak wangi yang paling harum, dan Ummu Sulaim berkata, “Keringatnya lebih harum dari minyak wangi.”

 

Jabir radhiallahu ‘anhu berkata, “Beliau tidak pernah berjalan pada sebuah jalan kemudian diikuti oleh seseorang, kecuali orang tersebut mengetahui bahwa beliau telah berjalan pada jalan tersebut karena keringatnya yang wangi.

Di antara kedua bahunya ada tanda kenabian seperti telur burung merpati, menyerupai warna tubuhnya. Terletak pada tulang bahu kirinya, seperti genggaman tangan dan di atasnya ada tahi lalat sebesar kutil.”

 

Subhanallah (Maha suci Allah), ternyata ada manusia yang seperti itu. Itulah Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, beliau dilahirkan sebagai sosok manusia yang memiliki banyak keutamaan pada fisiknya. Beliau telah dipersiapkan untuk menjadi sayyidul-anbiya’ wan-nas (pemimpin para nabi dan manusia) di dunia maupun di akhirat nanti.

 

Apa yang disebutkan di atas adalah sebagian dari ciri-ciri fisik beliau shallallahu ‘alahi wa sallam. Sebenarnya masih banyak lagi yang belum dicantumkan di dalam artikel ini. Pembaca dapat melihatnya di buku-buku sirah nabawiah, hadits dll.

Dengan melihat sebagian ciri fisik beliau maka kita bisa menarik kesimpulan bahwa beliau shallallahu ‘alahi wa sallam benar-benar layak untuk diangkat menjadi seorang nabi, Beda halnya dengan orang-orang yang mengaku nabi zaman sekarang ini, wajahnya saja tidak ganteng, badannya tidak kuat dan masih banyak lagi kekurangan fisiknya, tetapi anehnya mereka tetap saja mengaku sebagai nabi. Sungguh itu adalah kesesatan yang nyata.

Download Ebook


[1] Diringkas dari kitab Ar-Rahiq Al-Makhtum karya Syaikh Shafiyur-Rahman Al-Mubarakfuri –rahimahullah-.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: