Skip to content

BERBAKTILAH KEPADA KEDUA PINTU SURGAMU

18 August 2014

imagesOleh: Said Yai

Sebagian orang mengatakan, buat apa saya berbuat baik kepada orang tua saya! Orang tua saya telah berlaku kasar kepadaku sejak kecil. Dia tidak menghargaiku. Dia tidak mengurusku. Dia tidak memberikan hak-hakku. Dia tidak adil. Dia telah menzalimiku. Atau perkataan sejenisnya.

Apakah Anda ingin disayangi oleh Allah? Ingin masuk ke dalam surga Allah? Ingin bertemu dengan Allah dan dijauhkan dari siksa neraka?

Ketahuilah wahai saudaraku! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ.

Keridaan Allah tergantung kepada keridaan orang tua dan kemarahan Allah tergantung kemarahan orang tua.

Bagaimana mungkin kita bisa masuk ke dalam surga sementara orang tua kita membenci kita?

Bagaimana mungkin kita bisa bertemu dengan Allah sementara Allah membenci kita.

Jasa orang tua kita terlalu besar untuk kita timbang. Terlalu banyak untuk hitung. Laksana bintang di langit, jumlahnya sangat banyak, masih banyak yang tidak bisa lihat dan tidak bisa kita hitung.

Adakah orang yang pernah memberi kasih sayang seperti ibu kita yang mengandung kita selama kurang lebih 9 bulan?

Adakah orang yang pernah berkorban seperti ibu kita yang telah melahirkan kita dengan merasakan sakit yang luar biasa? Harapannya, “Anakku! Mudah-mudahan engkau lahir dengan selamat.”

Bagaimana dengan ayah? Apa yang telah ayah saya lakukan?

Bukankah engkau tidak mungkin ada di dunia ini kecuali dengan sebab adanya sang Ayah? Dari air mana engkau terlahir?

Jika demikian, bagaimana saya bisa membalas kebaikan mereka? Apakah dengan membelikan rumah dan mobil mewah? Apakah dengan menghajikan dan mengumrahkannya? Ataukah melayani semua keperluan hidupnya sampai mereka berdua meninggal? Atau berkata baik dan lemah lembut di hadapan mereka berdua?

Renungilah wahai saudaraku! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

لاَ يَجْزِى وَلَدٌ وَالِدًا إِلاَّ أَنْ يَجِدَهُ مَمْلُوكًا فَيَشْتَرِيَهُ فَيُعْتِقَهُ

“Seorang anak tidak akan bisa membalas kebaikan orang tuanya, kecuali dia mendapatkan orang tuanya sebagai budak, kemudian dia membelinya, kemudian dia memerdekakannya.”

Adakah di antara saudara-saudara sekalian yang orang tuanya, sekarang ini, berstatus sebagai seorang budak? Tidak ada bukan. Oleh karena itu, kita tidak memiliki kesempatan selama-lamanya untuk bisa membalas kebaikan kedua orang tua kita.

Selama-lamanya. Selama-lamanya tidak mungkin kita balas kebaikan kedua orang tua kita.

Apa yang harus saya lakukan?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada kita untuk menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua kita. Terutama kepada ibu kita. Karena kebanyakan anak sangat mudah durhaka kepada ibunya daripada kepada ayahnya.

Ada seseorang datang kepada Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu, orang tersebut telah membunuh seseorang, kemudian Ibnu ‘Abbas berkata kepada orang tersebut:

قال أمك حية ؟ قال لا ، قال تب إلى الله عز وجل وتقرب إليه ما استطعت ، فذهبت فسألت (عطاء) ابن عباس لم سألته عن حياة أمه؟ فقال : (إِنِّي لاَ أَعْلَمُ عَمَلًا أَقْرَبَ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ بِرِّ الْوَالِدَةِ )

Ini menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua termasuk amalan yang sangat besar pahalanya di sisi Allah.

Mulai detik ini dan seterusnya mari kita menghitung berapa banyak kesalahan yang telah kita perbuat pada kedua orangtua kita terutama pada sang ibu. Entah itu berupa perbuatan, perkataan atau bahkan ejekan kita di dalam hati. Mari kita buka memori-memori lama kita. Betapa banyak kesalahan-kesalahan kita.

Mari kita meminta maaf kepada mereka berdua. Mari kita sayangi mereka berdua. Mari kita menggembirakan mereka dan tidak membuat mereka meneteskan air mata karena kita.

‘Abdullah bin ‘Umar pernah bertanya kepadanya tentang amalan yang dapat menjauhkan dari neraka dan memasukkan ke dalam surga, beliau bertanya, “Apakah ibumu hidup?” Orang itu pun menjawab, “Ya.” Beliau mengatakan:

فَوَاللَّهِ لَوْ أَلَنْتَ لَهَا الْكَلاَمَ ، وَأَطْعَمْتَهَا الطَّعَامَ ، لَتَدْخُلَنَّ الْجَنَّةَ مَا اجْتَنَبْتَ الْكَبَائِرَ.

Demi Allah! Jika engkau berlemah lembut dalam berbicara kepadanya dan engkau memberinya makan, maka engkau akan masuk surga jika engkau menjauhi dosa-dosa besar.

Adz-dzahaby dalam kitab As-Siyar menceritakan tentang Ibnu ‘Aun,”Suatu saat ibunya memanggil, dan dia pun menyahut panggilan itu. Akan tetapi, suaranya lebih keras dari suara ibunya maka dia pun memerdekakan dua orang budaknya.”[1]

Seorang ulama hadits yang bernama Haiwah bin Syuraih, beliau adalah guru Imam Al-Bukhari, Imam Abu Dawud dan yang lainnya, dan beliau memiliki banyak murid. Sewaktu beliau menyampaikan pelajaran di hadapan banyak muridnya, ibunya pun datang dan memanggilnya:

يا حيوة فألق الشعير للدجاج

“Wahai Haiwah! Tinggalkanlah syair dan berilah ayam makan!” Tanpa pikir panjang Haiwah pun berdiri dan langsung melaksanakan perintah orang tuanya.

Orang-orang pun terheran-heran dengan apa yang dilakukan oleh Haiwah. Majlis pengajaran hadits adalah majlis yang sangat penting, tetapi ternyata yang lebih penting lagi adalah melaksanakan perintah orang tua.

Itulah seharusnya yang kita perbuat. Kita harus berusaha menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua kita. Sebelum lenyap kesempatan kita, mari kita gunakan sebaik-baiknya. Kedua pintu surga yang dibuka lebar di hadapan kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ )). قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ (( مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا فَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ )).

“Sungguh hina/sungguh rendah/sungguh merugi orang yang mendapatkan orangtuanya sudah lanjut usia, salah satu atau kedua-duanya, tapi tidak masuk ke dalam surga.” (Muslim)

Sebelum ayah kita meninggal. Sebelum ibu kita menutup mata untuk yang terakhir kalinya. Mari kita sama-sama gunakan kesempatan ini. Maafkan anandamu ayah! Maafkan anandamu ibu!

[1] Siyar A’lam An-Nubala’ jilid VI hal. 366 dan Aina nahnu min akhlaqissalaf hal. 107

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: