Skip to content

IBUKU TIDAK ADIL DALAM BERSIKAP KEPADAKU. APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN.?

5 June 2016

Soal:

Saya seorang anak perempuan yg sering dibeza-bezakan daripada adik lelaki saya. Malah sejak kecil jika ada kesalahan yg berlaku, walaupun bukan salah saya akan ibu saya menyalahkan saya. Apalagi jika salah saya, akan dibuatnya saya makin bersalah. Tidak ada yg saya buat dibanggakan oleh ibu saya. Tetapi adik lelaki saya selalu dipujinya, dilindungi dari marahnya & diberi muka.

Sekarang saya sudah dewasa & berumahtangga, saya makin lagi diasingkan. Kata ibu saya, saya sudah berkahwin & tidak memasukkan saya dlm hal ehwal keluarga. Saya rasa amat tersingkir kerana saya yg tua & sebelum berkahwin pun, saya yg coba menguruskan famili saya setelah bapa saya bercerai dgn ibu saya. Saya fikir sudah dewasa tidak mahu memikirkan atau mengambil hati tentang hal perbezaan layanan yg terjadi antara saya & adik lelaki saya, tetapi kadangkala percakapan & perbuatan ibu saya amat mengecilkan hati saya. Saya sanggup & sudah minta ampun segala dosa saya dgn ibu & malah sudah coba berbaik dgn adik lelaki saya, tetapi mereka tidak pernah mengaku & minta ampun dgn saya. Adik lelaki saya yg selalu dimenangkan, menjadi tiada hormat dgn saya, kakaknya yg tua darinya.

Baru-baru ini saya jadi agak bosan dgn perangai mereka yg melampaui batas, lalu saya marah dgn ibu saya. Saya rasa ini perasaan yg terpendam sekian lama ditindas bulat-bulat oleh mereka. Saya akui kedudukan saya sebagai anak & saya mungkin berdosa & salah menunjukkan perasaan marah dgn ibu saya.

Tetapi saya ingin tahu apakah seorang anak tiada hak untuk menyuarakan kebenaran atau perasaannya? Saya rasa amat tertekan & juga seperti timun dalam hal ini. Rasanya sebagai anak, apa saya persuarakan kepada ibu akan jadi dosa & bersalah. Jadi, dimanakah hak seorang anak terhadap orang tua? Dimanakah keadilan?

Saya rasa mahu pergi jauh kerana kehadiran saya seperti tidak diperlukan lagi & jika saya jijik bagi mereka, buat masa ini saya mahu menjauhkan diri.

Wajarkah perbuatan saya yg ingin mengelakkan pergaduhan, ketegangan & tekanan. Adakah saya berdosa & bersalah?

 

Dari Anak Malang

Jawaban:

Alhamdulillah wash-shalatu wassalam ‘ala Rasulillah.

Sebelum saya jawab, saya kurang setuju dengan gelar yang saudari cantumkan untuk saudari. Sesungguhnya Allah Maha Adil dan Maha Memiliki Hikmah. Allah sangat mengetahui keadaan semua hamba-Nya. Saudari lebih tepat mendapatkan gelar ‘Seorang hamba yang sedang diuji’. Tidaklah ada ujian yang ditimpakan oleh Allah kepada hambanya kecuali akan menjadi kebaikan untuk hamba tersebut.

(فَمَا يَبْرَحُ الْبَلَاءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ وَمَا عَلَيْهِ مِنْ خَطِيئَةٍ)

Artinya: “Ujian itu akan selalu menimpa seorang hamba sampai Allah membiarkannya berjalan di atas bumi dengan tidak memiliki dosa.”[1]

Yang saya pahami dari soal yang saudari tanyakan, semuanya berawal dari perceraian kedua orang tua sehingga tidak ada keseimbangan dalam keluarga dan perlakuan tidak adil sang Ibu kepada saudari. Dan jika saya ringkas dengan bahasa saya, soalnya menjadi sebagai berikut:

  1. Bolehkah seorang anak marah kepada sang ibu ?
  2. Apakah seorang anak boleh menyampaikan perasaan hatinya kepada ibu demi menyampaikan kesalahan yang telah diperbuat oleh sang ibu?
  3. Bolehkah seorang anak menjauhi Ibunya untuk menghindari pertengkaran, kegaduhan dan tekanan dari sang ibu?

Bolehkah seorang anak marah kepada sang ibu ?

Marah karena perlakuan sang ibu yang tidak adil adalah suatu kewajaran. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengatasi rasa marah tersebut. Karena sifat manusia mudah terbujuk dengan rayuan setan, sehingga dengan kemarahan si setan terus mengobarkan api kemarahan tersebut sehingga menjadi semakin besar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menasihati seorang sahabat ketika sahabat tersebut meminta nasihat. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

( لَا تَغْضَبْ )

“Janganlah kamu marah!”[2]  Beliau mengulang-ulanginya. Ini menunjukkan bahwa kemarahan harus cepat dipadamkan. Jika tidak, maka akan membawa dampak yang sangat besar.

Ketahuilah ibu tetaplah menjadi sang ibu. Di antara seluruh manusia yang pernah berbuat baik kepada kita, tidak ada yang pernah memberikan kebaikan yang semisal dengan kebaikan sang ibu. Tidakkah kita ingat, bagaimana pengorbanan ibu ketika hamil selama kurang lebih sembilan bulan. Kesusahan yang dialami semakin menjadi-jadi dari hari-ke hari. Adakah di antara manusia yang pernah memberikan kebaikan itu kepada sang anak?

Tidakkah kita ingat, bagaimana pengorbanan ibu ketika melahirkan. Di bayang-bayangnya sebelum melahirkan, apakah saya sanggup menahan rasa sakit ketika kontraksi nanti? Apakah saya akan kuat mengeluarkan sang bayi yang ada di perut ini? Apakah nanti saya bisa bertahan hidup? Apakah nanti anak saya bisa keluar dengan selamat?

Oleh karena itu, adakah manusia yang pernah memberikan kebaikan seperti ini kepada kita selama kita hidup?

Sang ibu tetaplah menjadi sang ibu. Kita tetap harus berbuat baik dan berbakti kepadanya.

Apakah seorang anak boleh menyampaikan perasaan hatinya kepada ibu demi menyampaikan kesalahan yang telah diperbuat oleh sang ibu?

Seorang anak boleh menyampaikan perasaan hatinya, menyampaikan kebenaran dan menasihati sang ibu, jika beliau benar-benar salah. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara penyampaian sang anak kepada sang ibu agar beliau tidak marah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

( رِضَاءُ اللَّهِ فِي رِضَاءِ الْوَالِدِ ، وَسَخَطُ اللَّهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ.)

“Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan orang tua. Kemurkaan Allah tergantung pada kemurkaan orang tua.”[3]

Kendatipun orang tua kita adalah seorang musyrik, kafir atau pelaku dosa besar, kita tidak boleh berbuat kasar kepada orang tua kita. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{ وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا }

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS Luqman : 15)

Oleh karena itu, sebaiknya kita pilih situasi dan kondisi yang tepat untuk menasihati orang tua kita dan kita gunakan juga kata-kata yang halus dan sopan untuk menasihatinya. Sehingga orang tua tidak merasa digurui, tetapi sadar dengan sendirinya karena mengikuti alur pembicaraan dan orang tua tidak tersinggung dengan apa yang kita katakan.

Jika tidak berani untuk mengatakannya, mungkin menggunakan cara lain, seperti meletakkan buku, makalah atau tulisan yang berbicara tentang kewajiban orang tua di atas meja atau cara-cara sejenisnya.

Bolehkah seorang anak menjauhi Ibunya untuk menghindari pertengkaran, kegaduhan dan tekanan dari sang ibu?

Boleh saja menjaga jarak dengan sang ibu untuk menghindari hal-hal tersebut. Dan sudah sepantasnya sang anak harus sering banyak mengalah kepada sang ibu, terkecuali jika diperintahkan untuk melakukan perbuatan dosa atau maksiat. Terkadang banyak permasalahan timbul diakibatkan tidak ada pihak yang mau mengalah.

Meskipun seorang anak berjauhan dengan sang ibu, tidak berarti baktinya terputus kepadanya. Yang paling diharapkan oleh orang tua ketika anaknya menjadi dewasa adalah jangan sampai anaknya menjadi anak yang durhaka yang tidak memperhatikan orang tuanya.

Sering-seringlah berkomunikasi dengan alat-alat komunikasi yang ada pada zaman ini. Setidaknya, seorang anak sering menanyakan keadaan orang tuanya dan apa yang dibutuhkannya. Dengan demikian insya Allah akan terjalin hubungan yang harmonis di antara anak dengan orang tuanya.

Dan di akhir jawaban ini, saya ingin menyampaikan sebuah hadits yang mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ)

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang yang beriman. Seluruh urusannya dianggap baik. Tidaklah hal tersebut dimiliki oleh siapapun kecuali oleh orang yang beriman. Apabila dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur. Dan itu dianggap baik olehnya. Apabila dia mendapatkan kesusahan, dia bersabar. Dan itu dianggap baik olehnya.”[4]

Mudahan bermanfaat.


[1] HR At-Tirmidzi no.2398 , An-Nasâ’i di As-Sunan Al-kubrâ no. 7482 dan Ibnu Mâjah no. 4523 (Hadîts ini di-shahîh-kan oleh Syaikh Al-Albâni di Ash-Shahîhah no. 143 dan Al-Misykâh no. 1562).

[2] HR Al-Bukhari no. 6116.

[3] HR Ibnu Hibban dan yang lainnya no. 429 (Tartiib Ibni Balabaan).

[4] HR Muslim no. 2999.

44 Comments leave one →
  1. Insan yg sedang diUji permalink
    17 December 2012 21:19

    Terima Kasih dgn balasannya yg bermanfaat & sangat-sangat saya hargai. Ketika diuji kadang kala kita lupa & syaitan selalu cuba mengambil peluang utk mengisi ruang kosong yg mungkin ada di jiwa seseorang yg diuji seperti saya. Tetapi walaubagaimana pun beruntunglah saya yg Allah s.w.t masih mahu memberi peluang utk memperbaiki diri & lagi dekat dgnNya. Semoga saya lulus menjalani ujian ini Insya Allah…

  2. 21 May 2013 11:52

    Semoga kita selalu diberi kesabaran dan solusi terbaik dalam menghadapi persoalan keluarga….

  3. Depi nopita permalink
    19 July 2013 08:12

    Alhamdulillah,masalah di atas sama dengan apa yang saya alami,tapi setelah membaca artikel tersebut,saya merasa lebih tenang dalam menghadapi ujian yang ALLAH SWT berikan kepada saya.

  4. samin solo permalink
    1 October 2013 12:30

    sabarlah saudaraku… saya mengalami kejadian hampir serupa jalam jangka waktu yang sangat lama (30 tahunan) dan jika ibu kita tidak suka dengan kita ada aura gelap menyelimuti kita, dan rasanya dunia tidak bersahabat dengan kita… pasti anda selalu merasa berat dalam menjalani kehidupan…!! hingga suatu saat almarhum ustad saya secara tersirat tiba2 berkata… jika nanti suatu saat ibu saya Makkah, beliau akan mendapat petunjuk… beliau akan ingat terus kepada anaknya yg diperlakukan tidak adil…!

  5. samin solo permalink
    1 October 2013 12:36

    percayalah… ada saat dimana seseorang tidak didzalimi… siapa yang dikalahkan akan mendapat balasan dimenangkan.. siapa yang dikurangkan akan dilebihkan… siapa yang di rendahkan akan diangkat… demikian sebaliknya… dan seorang ibu tetap benar dan tidak bersalah… Allahlah yang akan mengadilkan… anda akan mendapatkan ganti yang setimpal dari Allah… percayalah… anggap ibu anda menunda keberkahan untuk anda… nanti anda akan mendapat gantinya… tanpa dikurangi suatu apa… akhir itu lebih baik

  6. samin solo permalink
    1 October 2013 12:43

    tetaplah baik pada ibu… terima perlakuanya apapun… sesakit apapun… walaupun mental kita jadi tidak sehat, kita harus tetap terima… kejadian seperti ini banyak terjadi pada keluarga dimana Ibu lebih dominan dr ayah… memang sudah fitrah bahwa seorang wanita sebaiknya tidak jadi imam (memimpin)… salah satunya karena sulit untuk adil… wanita ditakdirkan bengkok… seperti tulang rusuk… dan sebaik2 tulang rusuk adalah paling atas… ( yang atas itu paling bengkok)… sabarlah…

  7. samin solo permalink
    1 October 2013 12:48

    sabarlah… karena menghadapi Ibu kita, kita hanya diberi satu pilihan oleh Allah… yaitu BERSABAR… ingat hanya satu pilihan yang benar… SATU SATUNYA

  8. 10 October 2013 12:16

    ternyata bayak juga yang mengalaminya heheheh yuk bikin grub bikin keluarga sendiri kia saling menyayangi hehehe

  9. Aries permalink
    12 February 2014 21:46

    Alhamdulilah,,sy mndapat pncerahan dari jawaban diatas,..nasib sy sama,,ibu mendominasi di keluarga,,tdk ada kterbukaan,,pilih kasih padahal kami hanya 2 brsaudara,,smoga hanya perasaan sy sj,..dan alllah mmbrikan yg trbaik unt kluarga sy,…..

  10. Ida permalink
    10 March 2014 20:57

    Saya 5 bersaudara, semua sudah berkeluarga, ayah udah meningal, sama ibu saya warisan tdk dibagi, yg dilakukan ibu saya, ibu membuat rumah baru di depan rumah lama ( rumah yg ibu tempati), dan rumah baru itu ditempati adikku yg no 2, padahal adikku no 2 ini udah punya rumah, dan sekarang rumahnya di kontrakan12 jt per th, yg lebih prihatin adikku no 3 belum punya rumah dan tinggal di rumah mertua, aku sebagai anak no 1 sudah menasehati ibuku….jawabanya kasian sama adiku….yg no 2 ini

    • 22 July 2014 10:20

      Masya Allah. Harta warisan harus dibagi. Bahkan kalau bisa secepatnya setelah sang ayah dikuburkan, sehingga tidak menjadi masalah yang berkepanjangan.
      Mudahan saudara bisa menasihati ibu dengan baik dan bisa lebih bersabar.
      Amin.

    • Nur Kholiq permalink
      1 April 2015 10:11

      Kasusnya sama seperti yang saya alami. Saya 3 bersaudara saya anak pertama, anak kedua laki-laki, anak ketiga perempuan. Harta warisan tidak segera dibagi saat ayah meninggal karena semua masih sekolah. Tetapi kuliah saya harus putus karena tidak adanya biaya. Dan ternyata uang-uang tersebut habis diberikan adik saya laki-laki untuk mabuk-mabukan dan maksiat oleh ibu saya. Saya harus berjuang keras untuk bertahan hidup, pernah saya kelaparan 3 hari di rantau. Saya pernah emosi pada ibu setelah nasehat saya tidak d gubris. Saya sudah sadar itu hal yang salah. Sampai sekarang masih berlanjut dan saya pun masih dikucilkan. Tetapi saya percaya rezeki hanya dari Allah. Bismillah saya lupakan harta-harta tersebut dan bekerja keras mencari rezeki dan alhamdulillah barokahnya sangat nikmat sekali.

  11. mohammad irfan permalink
    11 May 2014 13:31

    Alhamdulillah… membaca artikel ini cukup membantu meradakan amarah dalam hati…..dan semoga kita tergolong dalam golongan orang yang sabar. amin…..

  12. leen permalink
    7 July 2014 23:35

    Saya jga brnasib sperti anda

  13. Aries,.... permalink
    23 July 2014 16:58

    Alhamdulilah sy skarang bs bersikap dan memilih mana yg trbaik unt sy namun sesuai kaidah islam,,setelah mmbaca artikel diatas,…sy yakin allah tdk tidur,,,dan tdk mngurangi sedikitpun hak kita,….

  14. orang yang mencoba sabar permalink
    12 August 2014 19:26

    Saya ingin becerita dan ingin meminta solusi. Saya memiliki 4 saudara. Saya anak ke dua. Saya iri melihat adik saya yang no 3 kenapa setiap saya melakukan pekerjaan rumah, saya tidak pernah telihat dimata orang tua saya, tetapi jika adik saya yang melakukan pekerjaan itu selalu terlihat dimata orang tua saya dan mereka selalu bangga kepada dia. Sedangkan saya cuman seorang anak yang mereka kecilkan, padahal saya selalu membuat mereka bangga. Tapi semuanya siasia. Saya harus gimana??? Saya butuh pendapat, terimah kasih.

    • 14 August 2014 07:21

      Alhamdulillah washshalatu wassalam ‘ala Rasulillah.
      Saya memandang dari sisi yang berbeda dari yang saudara pandang. Terkadang orang tua lebih memperhatikan seseorang anak dan memuji-muji salah satu anaknya dibanding yang lain karena mungkin anaknya tersebut lebih banyak memiliki kekurangan daripada anak-anaknya yang lain. Dan itu adalah salah satu cara orang tua untuk memotivasi anaknya tersebut.
      Pada dasarnya, semua orang tua menyayangi anak-anaknya. Akan tetapi, kadar kecintaan antara yang satu dengan yang lainnya tentu berbeda-beda. Hal ini tidak bisa kita paksakan. Meskipun berbeda-beda, tetapi Islam tetap mengajarkan agar orang tua bisa berlaku adil kepada seluruh anak-anaknya.
      Sebagai seorang muslim, kita diwajibkan berhusnu dzhann (berbaik sangka) kepada muslim yang lain, terlebih lagi jika muslim yang lain tersebut adalah orang tua kita sendiri. Apabila orang tua kita melakukan sesuatu yang di pandangan kita tidak baik atau tidak adil, palingkanlah prasangka kita kepada prasangka yang baik. Sebagai misal, orang tua kita memberikan pakaian baru kepada saudara kita sedangkan kita tidak, maka kita bisa berprasangka baik dengan mengatakan, “mungkin pakaian saudara kita yang lama sobek atau cacat atau memang kebutuhan yang sangat untuknya karena tuntutan pendidikan atau lain-lain.”
      Hidup dengan berbaik sangka kepada muslim yang lain adalah suatu adab yang sangat indah dalam Islam dan inilah salah satu langkah untuk bisa menuju kebahagiaan.
      Demikian, mudahan bermanfaat.

      • orang yang mencoba sabar permalink
        16 August 2014 00:26

        alhamdulilah, makasih atas sarannya, insya allah saya lakukan dengan perlahan.

  15. Belajar Sabar permalink
    5 October 2014 00:22

    Hal itu juga sering terjadi pada saya, bukan hanya ibu, justru kedua orang tua saya selalu berharap saya menanggung seluruh akibat buruk dari keputusan yang tidak pernah saya lakukan. Artinya ini nasib seorang anak, mereka tetap kedua orang tua kita, bersabar dan menangis adalah jalan keluar terbaik bagi saya. Mudah-mudahan Allah selalu mengampuni kedua orang tua kita

  16. IIS permalink
    6 December 2014 13:48

    PAS BANGET KELUHAN DI ATAS SAMA DNG YG SAYA ALAMI

  17. alisa permalink
    22 January 2015 14:36

    sama…sakiiit bgt.

  18. Gabriella permalink
    29 March 2015 20:17

    Terimakasih untuk artikel ini, saya juga mengalami hal yang sama persis, setidaknya hati saya lebih tenang dan saya bisa belajar bagaimana cara menghadapinya..
    Sukses selalu..

  19. anang maulana permalink
    16 April 2015 00:02

    asalamualaikum.wr.wb
    trima kasih atas pencerahan yg anda berikan anda tlah membuat saya lebih tau mengapa ke2 orang tua saya tidak adil memperlakukan saya tidak adil
    sekali lgi sya bertrima kasih banyak
    asalamualaikum wr.wb

  20. 2 June 2015 15:04

    saya punya sedikit keluhan , saya anak k2 dari 3orang saudara saya , ank k1 kuliah dan saya sendiri SMA kls2 , adik sya perempuan sendiri kls 1smp , kebetulan sya tgl berempat dgn keluarga , kakak pertama sya di luar kota kuliah , sya sring sekali d perlakukan tidak adil dengan ayah sya , bhkn sya sring d pkul olehnya , tp ibu sya melerai ayah sya jika mmukul ku , sebenarnya hanya msalah adik sya tidak pernah mngerti sya sbg kakaknya , adik saya pernah memukul sya dgn sngaja dan mngkin mksdnya bergurau dgn suasana yg tak mrespon keadaan sya , adik sya memukul prut sya sehabis mkn , jadi sya mrah dan memukulnya juga dengan sendok d pelipis matanya , sya pun d marahi ayah sya , bhkn ayah sya memukul sya , pdhl sya sdh balig , bkn kah ada d sbuah hadis jika anak laki” ato perempuan balig tidak di wajibkan untuk d pukul kecuali msalah shalat , dan yg membuat sya mrasa tdk d adili , sya pernah mengolok adik sya saat dia d mrahi ibu sya , dia pun memukul kepala sya d dpn ayah sya , sya hanya memukul tngannya , knp tdk ada pembelaan sedikit pun untuk sya , sering sya di perlakukan seperti itu , sya bngung hrus sperti apa , dan brbuat apa ? sya pernH ingin pergi dari rmh , tp mengingat ibu sya yg slalu adil dengan sya , dan slalu baik pd sya , sya tak tega untuk pergi , krn sya tak mau ibu saya bingung dgn apa yg sya lakukan (pergi dari rmh) tp sya sdh sngat sering bersabar untuk msalah ini ,
    pertanyaan
    1.apa yg hrus sya lakukan jika sya d begitukan lagi oleh ayah sya ?
    2.apa dosa jika sya melawan ayah sya ?

    anak berdosa

    • 11 June 2015 10:10

      1. Tetap bersabar dan selalu doakan kebaikan untuk kedua orang tua.
      2. Ya dosa jika melawan kepada orang tua.

  21. kampang permalink
    5 June 2015 18:58

    Ingat!!
    ORANG TUA SELALU BENAR

    • 11 June 2015 10:02

      Mohon maaf Mas Ridho.
      Pernyataan tersebut kurang tepat, karena orang tua tidaklah selalu benar, orang tua bisa salah dan bisa benar.
      Apabila salah maka kita tidak boleh mengikutinya, sebagaimana di dalam kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.
      Yang wajib kita lakukan, meskipun orang tua kita salah, adalah tetap berbakti kepadanya dan berlaku baik padanya. Sebagaimana tercantum di dalam Al-Qur’an Surat Luqman ayat 15.
      Allahu a’lam. Billahittaufiq.

    • bright star permalink
      19 October 2015 17:26

      Orang tua tidak selalu benar orang tua juga manusia .. Yang kadang berbuat salah dan khilaf ..

  22. 17 August 2015 14:45

    Alhamdulillah, masalahnya sama dg saya jga. Memang, trkadang sy merasa gak adil. Udah berusaha baik, malah di lihatnya yang jelek. Udah capek” ranking di sklh di bilang ga pernah banggain ortu. Mauny apa coba?-_-

  23. 4 September 2015 21:08

    Asallamualaikum.
    ortu saya cerai ketika saya belum mengenal nama* warna dan blum mengenal nama nama hewan dsb..
    saya hidup bersama mamah saya di rumah eyang saya.
    saya dari kecil di beritahu jika ayah saya itu jahat,pemukul dan lainya..ketika saya di tengok oleh ayah saya , saya selalu memeras uang nya dengan pisau. karena saya tidak paham,krna saat itu saya mrrasa ayah saya itu penyebab perceraian itu. namun berangsur” waktu saya bisa merasakan kalau ibu saya sangat buruk sikap nya terhadap saya , ketika saya membenarkan pembicaraan nya , saya bertengkar oleh nya , selalu begitu terus… lalu saya memikir kan ulang kenapa ibu saya begini ,lalu saya tanyakan kepada orang tertua di keluarga saya ( bude saya ) karna eyang aaya sudah meninggal semua… ternyata ibu saya sifatnya kikir dan juga keras dari kecil , dan penyebab perceraian dia juga ( ibu saya ) saya kaget… saya srlalu berdoa agar di berikan jalan dan kesabaran dan kesadaran untuk ibu saya… saya menjalin hubungan dengan ayah saya pin barusan , jika saja saya tidak di beritahu oleh bude saya rasa dendam ku masihada terhadap ayah saya…
    pertanyaan saya :
    1 apa yang harus saya lakukan setelah nya ? harus melawan atau bersabar ( selalu yang salah ibu saya ) karna ibu saya punya penyakit epilepsi.
    2 apakah saya harus bertanggung jawab jika usia nya sudah lanjut ( karna ibu saya gidak bekerja)
    sekian terimakasih.

    • 9 February 2016 09:01

      Kita diperintahkan untuk selalu mengecek kebenaran dari berita yang sampai kepada kita. Dan tidak boleh menerima sembarang berita, apalagi berita yang menyebutkan aib dari orang tua kita.
      Tindakan memeras uang ayah bukanlah suatu yang tepat untuk dilakukan, apalagi sambil mengancam dengan pisah. Yang harus saudara lakukan adalah segera meminta maaf kepada sang Ayah.
      1. Yang harus saudara lakukan adalah berbakti kepada kedua orang tua dan menerima segala kekurangannya. Kemudian berusaha untuk taat dan mengajak kedua orang tua untuk taat.
      Mengenai penyakit epilepsi, itu bukanlah suatu penyakit yang bisa kita hindari begitu saja. Saudara harus terus bersabar dalam menghadapi sikap ibu dan nasihatilah perlahan dengan cara hikmah.
      2. Jika orang tua tidak bisa lagi bekerja maka anak-anaknyalah yang bertanggung jawab untuk menafkahinya.
      Mintalah dimudahkan oleh Allah. karena Allah lah yang mengatur semua rezeki.
      Wallahu a’lam. Billahittaufiq. Barakallah fik.

  24. d88 permalink
    17 October 2015 11:48

    ibu saya jg suka membandingkan saya dengan kakak saya yg berpenghasilan jauuuuuhhhhh lbh besar. lbh kearah materi. kakak saya laki2 dan saya perempuan. adakah perbedaan kewajiban pemberian nafkah ke org tua bagi anak laki2 atau perempuan? org tua saya masih berpenghasilan… tp tetap suka sindir2 pemberian materi. padahal uang bulanan saya terus berikan.

    • 21 January 2016 09:59

      Insya Allah dengan kesabaran dan rela menerima Allah akan memberikan balasan yang baik walaupun pemberian tersebut sedikit.
      Banyak hal di luar materi yang bisa membuat hati orang tua senang, bisa dengan sering menghubungi beliau dan menanyakan kabarnya dan bisa dengan membantu apa yang dibutuhkan oleh orang tua. Bisa juga dengan menunjukkan sikap dan akhlaq mulia, seperti: tidak berbicara keras di hadapannya, berbicara lembut dan lunak, serta selalu menghormati orang tua.
      Barakallahu liljamii’

  25. bright star permalink
    19 October 2015 17:24

    Saya pernah mengungkapkan apa yang dirasa pada mamah saya. yang kurang adil kepada saya . tapi saya malah di usir dari rumah hehe tadinya berharap semoga aja intropeksi diri trus berharap keluar kata2 yang baik ehh ternyata malah sebaliknya. Salah nya saya tuh berharap pada manusia ..
    Sudah dari kecil saya diperlakuka. Tidak adil . tapi yahh mungkin sudah sering jadi terbiasa .. Dan saya sudah tidak peduli lagi .. Dg perilaku mamah saya .
    Yang penting saya menghormati dan masih sangat menyayangi mamah saya

  26. 13 January 2016 18:03

    Idem all, sakit rasanya tp hrz xllu sabar ngadepinya

    • Saya permalink
      31 January 2016 11:32

      assalamualaikum ..
      saya juga sedang mengalami hal seperti kalian, ibu saya tidak peduli dgn saya, jika saya sakit beliau tdk pernah menanyakan gmna keadaan saya, membaikah atau masih tdk enak badan, dia hanya peduli dgn diri nya, adik saya dan ayah saya, malah pernah sewaktu ketika saya sdng sakit dan benar2 ga punya duit, saya berniat untuk minjam duit kpda ibu saya untuk berobat tp beliau malah marah2 dan menyuruh saya buat beli obat di warung pdhl saya hanya meminjam tdk meminta dan akan diganti ketika saya gajian, sakit rasanya. terkadang rasanya ingin pergi menjauh tp sosok Ayah saya yg membuat saya kuat.
      jika di dunia kita merasa tidak adil, semoga di akhirat Allah akan membalas lebih baik, Amin.
      Walaikumsallam

  27. chipi permalink
    22 January 2016 10:09

    maaf..langkah apa yang harus saya lakukan menghadapi permasalahan ini. Ibu sy seorang janda punya sebuah rumah yg sudah diwaris kan kepada satu kakak perempuan saya dan 2 adik perempuan saya. dan mereka sudah menikmatinya sedangkan sy yg satu satunya anak laki laki sampai saat ini belum menerima apa2 dari hasil pembagian warisan tersebut. bagaimana agar saya segera mendapat kan hak sya. mengingat sy adalah anak laki laki satu2nya yang punya tanggung jawab lebih besar dari pada smua saudara perempuan saya.jalan musyawarah sudah saya lakukan tetapi saya hanya disuruh menunggu terus sampai 2 th ini.

    • 9 February 2016 08:51

      Mudahah-mudahan dengan mentaati perintah orang tua maka keberkahan dari kesabaran akan didapatkan nantinya.
      Allah Maha Sayang kepada hambanya. Yang namanya Rezeki semuanya sudah diatur oleh Allah.

  28. yusuf n permalink
    18 February 2016 20:39

    sama persis sama kejadian saya, bedanya saya masih sekolah smp, kelas 3 pula yg sedang diributi soal kelulusan dan lain lain

  29. 7 April 2016 14:36

    ibu saya sangat tidak adil sekali terhadap saya,,,kakak saya dibukakan swalayan yang keseluruhan di total 1,5 M,,dan kakak saya juga dibelikan mobil all new CRV seharga 500 juta baru….kakak anak saya sering dimanja dan dibelikan mainan,,dan setiap hari digendong oleh ibu saya

    sedangkan saya hanya penjual ayam goreng dengan modal gerobak 3 juta,,, itupun saya pinjam dari mertua saya,,saya punya anak ,,dan ibu saya tidak pernah sama sekali menggendongnya sekalipun,,padahal usia anak saya sudah menginjak 2 tahun ,,hanya diberi mainan bekas,,bekas anak kakak saya,,,

    Terdapat perbedaan mencolok,,antara kehidupan saya dan kakak,,saat ini saya hidup terlunta lunta,,sedangkan kakak hidup mewah,,yang suatu saat keluar negeri pun bisa……

    Saya akhirnya memutuskan curhat ke bulek saya,,,dan kata bulek saya,, ibuku balas dendam kepada saya,, karena dulunya ibuku juga pernah dibedakan oleh nenekkku…….kenapa saya jadi korban???tidak ada kah sedikit di relung hati ibu untuk mensejahterakan kehidupan saya???tidakkah adakah keinginan hati ibu untuk menggendong anak saya,,yang nota bene cucu ibu sendiri????

  30. 13 April 2016 22:05

    Saya juga mengalami hal itu, saya anak kedua dari tiga bersaudara, kakak, adik saya laki”, saya sendiri perempuan, sejak dulu saya kecil saya selalu dianaktirikan, banyak perbuatan, dan kata” ibu ug membuat saya sakit hati, tapi saya tumbuh menjadi mandiri, saya menikah dan mendapatt suami yg baik, kehidupan saya bahagia lahir bathin, kebalikan dgn kehidupan ibu dan 2 saudara laki” saya, mereka hidup sengsara, skrg harta ibu habis dimakan 2 anak laki” nya, yg satu pengangguran, yg satu lgbt, ibu ingin tinggal dengan saya, tapi suami saya keberatan, begitu juga anak” saya. Mereka tahu bgmn ibu saya memperlakukan saya sejak dulu, dan anak” mengalami betapa omanya tidak peduli dan egois. Ibu saya hanya mau dekat kalo butuh, tapi selebihnya dia memperlakukan saya seperti musuh. Kini saya tdk bisa berbuat apa”, sebisa mungkin saya masih datang menengok dan memberi bantuan finansial, tapi saya tidak bisa mengijinkan ibu saya tinggal bersama keluarga saya, terlebih suami sangat keberatan. Semoga ini tdk menjadikan saya durhaka, hanya ini hg bisa saya lakukan, tidak lebih.

  31. anonymous permalink
    1 May 2016 10:36

    Gimana kalau anak yang sering dimarahi oleh ibunya tertekan karna belum sanggup menerima itu semua.jauh dari ayah,dan ibu lebih sayang sama adik. dia merasa Kedua orang tua nya tidak ada yang menginginkan nya,dan membuatnya sangat ingin mati.

    Apa yang harus di lakukan ?

    • 6 June 2016 13:34

      Kembalilah kepada Allah. Dan adukan semuanya kepada Allah. Doakan kebaikan untuk diri kita dan juga keluarga kita.
      Adapun niat untuk mati adalah kesalahan besar dan Allah tidak ridha akan hal itu.
      Allahu a’lam. Billahittaufiq.

  32. naura permalink
    12 May 2016 11:34

    baca ini jadi merasa sama…aku ber lima saudara….perlakuan yg tdk adil org tua aku juga merasakan…malah aku berharap adil dgn adik bungsu satu2nya yg anak angkat aja tdk aku dapat kan pdhal aku anak kandung mereka….kdg sedih….dan syetan membisiki…astaghfiruullah…tp allhamdulillah aku punya suami yg baik walau dia tdk kaya tp tetep mengurus bpk ku yg sakit….berobat ..dan tetep hormat dg ibu ku..walaupun mereka bpk ibu ku hanya memandang sebelah mata kami…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: